Jumat, 16 November 2012

ORANG-ORANG PILIHAN


Hari Minggu Biasa XXXIII, Minggu 18 November 2012
Bacaan: Daniel 12:1-3, Ibrani 10:11-14, Markus 13:24-32


Banyak dari kita pasti pernah melihat film berjudul 2012. Isi utamanya, menggambarkan terjadinya hari kiamat, akhir kehidupan di dunia ini. Dalam film ini diperlihatkan tanda-tanda yang menyertai akhir dunia, misalnya seluruh kota Los Angeles runtuh dan tenggelam ke Samudra Pasifik, gunung api meletus, Washington DC diserbu tsunami dan menewaskan ribuan orang. Maka sebagian orang mulai merasa takut dan gelisah karena gambaran hari kiamat yang seperti itu. Padahal sebagai sebuah film, kisahnya belum benar-benar terjadi. Terus kenapa kita harus merasa takut atau gelisah? Atau reaksi sebaliknya, peduli amat dengan kiamat, toh itu belum pasti terjadi.
Namun tidak sedikit kelompok orang di beberapa daerah, yang membuat perhitungan tentang tahun, tanggal bahkan jam hari kiamat itu datang. Ketika saat itu tiba, mereka berkumpul di sebuah rumah dan berharap akan diselamatkan. Tapi nyatanya sampai sekarang kiamatnya tak datang-datang, juga tak seorang pun dari kita tahu kapan ia datang. Terus apa pentingnya nih bicara tentang kiamat? Apa benar kiamat akan tiba suatu saat? Nah persis pada kesempatan kali ini, Sabda Tuhan bicara pada kita mengenai hari kiamat atau akhir zaman itu.
Kepada para muridNya, Yesus berbicara mengenai tanda-tanda yang terjadi saat kiamat mendekat. Matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya, bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa langit akan goncang (ay 24-25).  Tanda lain dapat kita temukan dalam kitab Wahyu di mana Kota Yerusalem Baru akan penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal (Why 21:11). Tanda-tanda itu memang hanyalah gambaran situasi akhir zaman, bagaimana persisnya tak seorangpun tahu, karna toh akhir zaman belum pernah terjadi. Yang pasti bahwa dunia akan dibarui.
Tapi apa persisnya yang dimaksudkan Yesus dengan akhir zaman atau kiamat? Pada ayat 26 Yesus berkata bahwa pada waktu (akhir zaman) itu “… orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya.” Jadi akhir zaman tidak lain adalah peristiwa kedatangan Anak Manusia yakni KEDATANGAN TUHAN itu sendiri. Kalau dulu Tuhan datang ke dunia untuk menebus dosa manusia, maka pada akhir zaman nanti Tuhan datang lagi tetapi untuk MENGUMPULKAN ORANG-ORANG PILIHANNYA (ay. 27). Ya, Tuhan akan menyuruh malaikat-malaikatNya mengumpulkan semua umatNya yang tercerai-berai, dari segala daerah, dan MENYELAMATKAN mereka. Dengan kata lain, akhir zaman adalah hari di mana Tuhan datang untuk memilih sendiri serta menyelamatkan Orang-Orang PilihanNya saja. Siapa itu orang-orang pilihanNya? Tentu saja setiap orang yang percaya pada Tuhan dan hidup sesuai dengan imannya itu.
Para saudara, bukankah akhir zaman yang disampaikan Yesus ini merupakan KABAR GEMBIRA bagi kita orang yang percaya padaNya? Bukankah yang ada pada kita setelah mendengar perkataan Yesus tadi adalah kegembiraan sekaligus harapan bahwa pada saatnya nanti, setiap kita akan dipilih dan diselamatkan Tuhan? Kita mungkin takut terhadap gambaran akhir zaman yang lebih menyerupai gempa bumi itu. Kita mungkin takut ikut mati tiba-tiba dengan cara mengerikan seperti yang sering disampaikan dalam film atau buku tertentu. Tapi sabda Yesus tentu menggembirakan dan menghibur kita: Ia akan Datang dan Menyelamatkan kita. Kapan waktunya, tak seorang pun tahu (ay. 32). Yang pasti, perjuangan hidup, ketekunan iman dan perbuatan baik kita selama hidup tidak akan berakhir sia-sia. Tuhan memperhitungkannya sebagai jaminan untuk kelak boleh hidup bersatu bersama DIA.
Oleh karena itu, pesan Yesus hari ini tidak lain supaya kita PERCAYA akan KEDATANGANNYA pada akhir zaman. Kita yang PERCAYA tidak akan membuat hidup kita berjalan begitu saja. Kita yang PERCAYA akan mengusahakan sebuah hidup yang berkualitas yakni HIDUP sebagai ORANG-ORANG PILIHAN TUHAN. Apakah selama ini kita sudah cukup menjalankan hidup sebagai orang-orang pilihan Tuhan? Apa saja yang sudah dan mau kita perjuangkan selama masih di dunia ini?
Kematian memang berlaku sama untuk setiap manusia. Namun cara kita mengisi hidup sebelum kematian itulah yang memberi perbedaan. Kita yang percaya pada Tuhan akan menjalani hidup sebagai Persiapan untuk Kehidupan Kekal. “Sebab siapa yang menabur dengan bercucuran air mata, akan menuai dengan sorak-sorai.” Arahkanlah hati, pikiran, dan sikap sesuai kehendak Allah. Hiduplah sebagai orang-orang pilihanNya. Deo Soli, Hanya Tuhan!

Fr. Diaz SMM & Fr. Charles SMM



Tidak ada komentar:

Posting Komentar